Karya : (W.S Rendra) Kutulis surat ini kala hujan gerimis bagai bunyi tambur mainan anak-anak peri dunia yang gaib. Dan angin mendesah mengeluh dan mendesah Wahai, Dik Narti, aku cinta kepadamu! Kutulis surat ini kala langit menangis dan dua ekor belibis bercintaan dalam kolam bagai dua anak nakal jenaka dan manis mengibaskan ekor serta menggetarkan bulu-bulunya. Wahai, Dik Narti, kupinang kau menjadi istriku! Kaki-kaki hujan yang runcing menyentuhkan ujungnya di bumi. Kaki-kaki cinta yang tegas bagai logam berat gemerlapan menempuh ke muka dan tak’kan kunjung diundurkan. Selusin malaikat telah turun di kala hujan gerimis. Di muka kaca jendela mereka berkaca dan mencuci rambutnya untuk ke pesta. Wahai, Dik Narti, dengan pakaian pengantin yang anggun bung-bunga serta keris keramat aku ingin membimbingmu ke altar untuk dikawinkan. Aku melamarmu. Kau tahu dari dulu: tia...